BANGUN MENTAL TAHAN BANTING


 CARA MELATIH RESILIENSI UNTUK HIDUP LEBIH KUAT

Kemampuan dalam menyesuaikan diri dengan keadaan sulit dan tidak menentu merupakan skill kunci untuk mencapai ketahanan. Berhasil bertahan hingga menjadi pribadi yang berkembang dari sebelumnya merupakan awal mula kebangkitan seorang individu. Kemampuan seseorang untuk bangkit kembali setelah menghadapi kesulitan adalah individu yang memiliki mental resiliansi (resilience). Dalam Al-Qur’an Surat Al-Insyirah ayat 5–6, Allah menegaskan: “Sesungguhnya setelah kesulitan pasti ada kemudahan.” Setiap orang, baik pelajar, karyawan, pengusaha, maupun pemimpin sangat penting untuk membekali diri dengan mental Resiliensi.

Mengapa Resiliensi Penting dalam Kehidupan & Pekerjaan?

Kehidupan layaknya roda yang berputar, kadang kita berada diposisi atas dan kadang berada di bawah, posisi titik balik hidup seseorang yang tidak semua orang mampu bertahan dengan baik dalam menjalaninya. Hidup ibarat bola karet yang dijatuhkan. Ia tidak akan diam, tetapi justru memantul lebih tinggi. Begitu pula kita, saat dihadapkan pada masalah, tekanan, atau target berat dalam pekerjaan—bukan masalahnya yang menentukan hasil, tetapi bagaimana kita menyikapinya dengan baik. Resiliensi dibutuhkan saat menghadapi target berat di kantor, masa krisis, atau momen perubahan besar. Resiliensi bukan hanya berlaku di tempat kerja, tetapi juga di rumah, lingkungan bisnis, dan kehidupan sosial. Ketua POLINDO INTERNASIONAL dan STIE PEMUDA Surabaya Dr. H. Nuryadi., S. Sos., M.M, menyebutkan bahawa diperlukan minimal 3 kemampuan atau skill yang mampu melatih mental resiliensi. Berikut skill yang harus dimiliki agar mampu membangun mental resilience:

3 Skill untuk Melatih Mental Tahan Banting

1. Mengelola Pikiran (Mindset Management)

Belajar melihat masalah sebagai peluang. Ubah sudut pandang: setiap kesulitan membawa pesan dan kesempatan untuk bertumbuh.

2. Mengatur Emosi

Resiliensi lahir dari ketenangan hati. Biasakan pengaturan napas dalam, praktik mindfulness, dan berlatih sabar dalam menghadapi tekanan.

3. Problem Solving

Jadikan setiap masalah sebagai tantangan untuk menemukan solusi kreatif. Evaluasi penyebabnya, rancang strategi baru, dan ambil tindakan nyata.

 

Skil atau kemampuan di atas merupakan kemampuan dasar yang dapat diupgrade lebih spesifik. Sehingga ketahanan mental untuk beresiliansi lebih kokoh. Mental tahan banting bukanlah bakat lahiriah, tetapi keterampilan yang bisa diasah. Dengan mindset yang tepat, pengendalian emosi, dan kemampuan problem solving, setiap orang dapat menjadi lebih kuat menghadapi tantangan.

Tingkatkan skill Resiliensi Anda di STIE PEMUDA & POLINDO INTERNASIONAL

Jika Anda ingin mengupgrade skill resiliensi sekaligus kompetensi profesional, bergabunglah bersama:

  • STIE PEMUDA Surabaya (School of Business) – fokus pada bisnis, manajemen, dan pengembangan karakter unggul.
  • POLINDO INTERNASIONAL – menghadirkan program pendidikan cepat kerja dan wirausaha yang relevan dengan dunia industri.

Keduanya mendukung pembelajaran yang praktis, aplikatif, dan membangun mental tangguh untuk sukses jangka panjang.

see you on next story. ma'assalaamah.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menguasai Teknologi: Kunci Sukses Profesional Masa Kini – POLINDO INTERNASIONAL & STIE PEMUDA Surabaya

Branding Your Skill, Branding Your Future